Sejarah Damaskus, Pedang Terkuat Sepanjang Masa

Jika hari ini kita hanya makan seadanya, bersyukurlah setidaknya masih ada yang dapat kita makan untuk hari ini. Sebab diluar sana masih banyak orang-orang yang tidak bisa makan sama sekali.

Jika hari ini kita dapat tidur dengan nyenyak, bersyukurlah setidaknya kita dapat tidur dengan tenang. Sebab diluar sana ada orang-orang yang hidupnya penuh dengan kecemasan dan ketakutan karena desingan peluru. Itulah warga Aleppo. Tragedi kemanusian di era modern.

sw
Namun, disini saya tidak ingin berbicara terlalu jauh mengenai latar belakang tragedi Aleppo yang merupakan salah satu kota penting di Suriah. Yeah, mungkin sudah cukup banyak situs-situs yang lebih kompeten membahas tentang hal ini. Maka dari itu saya ingin berbicara hal lain tentang Damaskus ini. Damaskus ini adalah pedang yang terkenal paling tajam di dunia.

Sejarah pembuatan pedang

Para peneliti Rusia memilih beberapa batang baja dan kemudian menempanya. Setelah diulangi hingga sepuluh kali, proses ini menghasilkan sebuah pedang dengan kekuatan dan fleksibilitas ekstra. Lembaran besi panjang kemudian dipatri pada baja untuk menghasilkan sebuah pedang kosong untuk disempurnakan. Karena tahan karat, bila-bila ini tidak tajam, tapi tidak akan patah dan akan kembali ke bentuknya semula dengan cepat jika bengkok.

Di abad ke-15, Khan Crimea, seorang penilai senjata yang terkenal meminta seorang pangeran Moskow mengiriminya sebuah baju baja yang terbuat dari sebuah baja berkualitas tinggi. Dengan kandungan karbon yang tinggi dan proses penempaan khusus, sebuah pedang berbahan baja tersebut memiliki pola permukaan yang unik dan kekuatan yang istimewa. Pedang ini bisa memotong besi dan tidak akan patah meski mengalami cacat berat.

Tidak lain bahan pembuatan pedang-pedang Rusia tersebut adalah Baja Damaskus. Baja asal Damaskus dikenal keras dan teksturnya indah, biasanya dihiasi ornamen garis bergelombang. Pedang buatan damaskus yang juga disebut sebagai pedang Persia ini sangat lentur terkenal karena memiliki kandungan carbon nanotube.

n
Menurut Nano teknologi yang mencakup pengembangan teknologi dalam skala nano meter, biasanya 0,1 sampai 100 nm satu nano meter sama dengan seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter. Istilah ini kadangkala diterapkan ke teknologi sangat kecil. Ruang lingkupnya juga sangat luas, bisa merambah ke berbagai bidang seperti kedokteran,robotik, fisika,dll. Sedangkan carbon nanotube merupakan ikatan carbon yang berbentuk silinder dengan diameter 4 nanometer (1nano=1/1.000.000.000).

Carbon nanotube adalah struktur lain dari atom karbon yang sama dengan atom karbon pada grafit yang sering kita temui sebagai bahan ujung pensil. Dan sama juga dengan atom karbon pada diamond. Dengan kata lain perbedaaannya hanya ada pada struktur kristalnya.

Carbon nanotube mempunyai karakter yang luar biasa, kekuatannya 20-30 kali kekuatan baja paling kuat, demikian juga dengan kekerasannya. Jadi, jika misalnya seutas kawat dengan diameter sekian milimeter mampu menahan sepenuhnya tubuh satu orang unuk menggantungkan diri dari sebuah helikopter, maka hanya dibutuhkan kawat nanotube dengan luas penampang 1/20 dari luas penampang baja tadi. Dengan luas penampang yang sama, kawat carbon nanotube dapat menahan kurang lebih 20 kali beban yang mampu ditahan kawat baja tadi.

Sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahwa pedang-pedang Damaskus ini ternyata memiliki semacam lapisan kaca di permukannya. Bisa dikatakan para ilmuwan Muslim di Timur Tengah telah mencapai teknologi tertinggi pembuatan pedang sejak seribu tahun yang lalu.

Meski perputaran waktu terus bergulir tapi sampai sekarang belum ada teknologi pembuatan yang menandingi teknologi Damaskus. Sampai sekarang pedang-pedang buatan Damaskus tetap yang terbaik di dunia, melebihi tajam daripada samurai Jepang.

Rusia, Suriah dan Teknologi Pedang Damaskus

Rusia yang melakukan invasi ke bumi Suriah kini membawa teknologi modern dengan jet, tank dan rudal untuk dapat kendali dengan jarak jauh. Padahal sebelumnya dalam teknologi alat perang, seperti pedang. Rusia banyak berhutang pada Suriah. Menurut sejarah, dari dulu Suriah telah menjadi pusat perdagangan.

Damaskus yang menjadi ibukotanya, ternyata adalah pusat lalu lalangnya barang-barang dari timur ke barat. Begitu pula sebaliknya. Salah satu komoditas saat itu adalah besi dan baja. Dari zaman nabi Daud, besi telah dikenal di kalangan umat Islam. Keakraban umat islam terhadap besi dan manfaatnya turut mempengaruhi pembuatan pedang. Teknologi pembuatan pedang mengalami kemajuan pesat pada masa Ayyubiyah. Pada saat itu terdapat sentra pembuatan pedang berteknologi tinggi di Damaskus, Suriah.

Sejarawan al-Qalqashandi, dalam bukunya berjudul Subh al-A’sha menuturkan pada abad ke-12 M, Damaskus menjadi sentra pengolahan besi dan baja yang sangat termasyhur. Ibnu Asakir dalam bukunya, Sejarah Kota Damaskus, juga mengisahkan kota yang sempat menjadi ibu kota Dinasti Umayyah pada abad ke-7 M dan 8 M itu sebagai pusat pembuatan pedang yang tersohor.

Teknologi pembuatan pedang sudah lama dikembangkan di Suriah. Hingga menghasilkan pedang-pedang yang diakui kehebatannya. Kehebatan pedang dari dunia Silam membuat peradaban Barat ketika itu terperangah dan terkagum-kagum.

Bahkan salah satu faktor penyebab kekalahan Pasukan Salib ketika bertempur melawan tentara Muslim adalah peralatan tempur melawan tentara Muslim adalah peralatan tempur yang dimiliki kaum Muslimin. Selain mengendarai kuda-kuda yang tangguh di medan perang, pasukan tentara Muslim juga dilengkapi dengan pedang yang mampu menumbangkan manusia dengan satu kali tebasan.

download

Shalahuddin al-Ayyubi, seorang panglima Islam juga menggunakan pedang buatan Damaskus. Pedang Shalahuddin ini mampu menembus baju zirah pasukan crusader bahkan mampu membelah tameng. Sekarang pedang milik Shalahuddin menjadi koleksi pribadi keluarga Shahhi di Uni Emirat Arab (UEA). Harga pedang ini ditaksir sekitar 550.000 US$. Pasca perang salib, dunia barat mulai mencari tahu rahasia di balik teknologi tempa baja yang dikuasai dunia islam.

Pasukan salib menyebut baja Damaskus yang hebat itu dengan sebutan Damascus Steel. Kehebatan teknologi pengolahan besi dan baja Damaskus terletak pada kemampuan untuk menempa dan mengeraskan wootz steel menjadi indah dan lentur. Material wootz steel, kaya akan kandungan carbon nanotubes. Material ini katanya diimpor dari India, dan pembuatan pedang damaskus tehenti karena habisnya material ini.

So guys, jadi sekarang kalian sudah tau kan? Tapi sayang seribu sayang nih guys teknik pembuatan pedang Damaskus ini sudah termasuk salah satu pengetauan islam yang terhilang. Mungkin hanya tersisi pedang, tombak, dan pisau. Dan itupun mungkin hanya dapat kalian temukan di museum terbesar di penjuru dunia.