Rahasia Burung Garuda

Burung Garuda adalah lambang Indonesia yang menggantung di dinding setiap kantor, sekolah dan pemerintah lembaga di negara. Sebagai lambang nasional Garuda Pancasila dicetak pada setiap koin rupiah dan uang kertas. Itu adalah simbol kehadiran elegan yang merangkum identitas nasional dan prinsip-prinsip dasar.

Bagian utama dari lambang adalah Garuda dengan perisai yang ada pada dadanya dan gulir dicengkeram oleh kaki Nya. Perisai lima Emblem mewakili Pancasila yaitu lima dasar falsafah Nasional Indonesia. Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak dan diadopsi sebagai lambang nasional pada 1 Februari 1950.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang hingga menghadap ke depan juga diperbaiki atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950 bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno yang kemudian memerintahkan pelukis istana yang bernama Dullah untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Setiap bagian dari Garuda memiliki simbol sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila yang diletakkan oleh pendirinya, Presiden Sukarno.

Garuda

  1. Garuda menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
  2. Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.
  3. Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
  4. Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
    – 17 helai bulu pada masing-masing sayap
    – 8 helai bulu pada ekor
    – 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
    – 45 helai bulu di leher

Perisai

  1. Perisai adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
  2. Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
  3. Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia “merah-putih” sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam.
  4. Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila

Di Indonesia, Burung Garuda ini kerap disamakan dengan burung elang jawa. Walaupun digunakan sebagai simbol Negara, faktanya eksistensi burung Elang Jawa yang dibilang 99% mirip dengan Garuda sudah hampir punah bahkan di daerah asal mereka yaitu di Jawa. Pada sejarahnya, Burung Garuda ini digambarkan dengan bentuk manusia berkepala burung dan juga memiliki sayap yang sangat menyerupai elang. Ciri khas dari Burung Garuda adalah paruh yang runcing, cakar yang tajam, bulu yang berwarna keemasan dan juga jambul pada bagian kepalanya.

Selain Indonesia terdapat Negara lain yang juga menggunakan Burung Garuda sebagai simbol negaranya yaitu Negara Thailand dan terdapat 26 negara lainnya yang juga menggunakan burung ini sebagai simbol dari Negara mereka.