Gejala Phobia Dan Cara Menanganinya

Phobia adalah rasa takut berlebihan yang berdampak pada emosi yang biasanya disebabkan oleh trauma pada masa lalu atau trauma yang telah membekas di dalamnya. Ketakutan berlebihan ini tentunya menyebabkan kecemasan, depresi, serta kepanikan yang parah. Gejala ini akan menjadi-jadi ketika mereka diserang rasa panik. Karena itu biasanya penderita akan menghindari situasi, seperti bepergian dengan kendaraan umum atau berada di tempat ramai (restoran, pasar, atau supermarket).

Phobia dibagi atas berbagai macam yang disebabkan dengan berbagai alasan aneh. Alasan aneh ini memang bagi orang biasa akan terdengar konyol akan tetapi hal ini merupakan momok yang menakutkan bagi penderita phobia tersebut. Berikut adalah beberapa jenis phobia yang sudah umum dan banyak dijumpai di sekitar lingkungan :

1. Glophobia : phobia terhadap balon
2. Ombrophobia : phobia terhadap hujan
3. Trypophobia : phobia terhadap sesuatu yang berlubang
4. Pognophobia : phobia terhadap jenggot
5. Ergophobia : phobia dalam pekerjaan khususnya dalam memimpin sebuah kelompok pekerjaan
6. Emetophobia : phobia terhadap muntah
7. Triskaidekaphobia : phobia terhadap angka 13
8. Ancraophobia : phobia terhadap angin
9. Xanthophobia : phobia yang takut terhadap warna kuning
10. Anthophobia : phobia terhadap bunga
11. Hylophobia : phobia terhadap benda kayu
12. Pentheraphobia : phobia terhadap ibu mertua
13. Venustraphobia : phobia dengan rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan

Penyebab dari phobia :

1. Peristiwa traumatis yang terjadi pada masa lalu
2. Temperamen yang tinggi yang membuat seseorang memiliki kepribadian yang terlalu sensitif, selalu berpikiran negatif, dan sangat pemalu yang rentan karena mengalami phobia
3. Faktor bawaan, yaitu memiliki orang tua penderita phobia yang merupakan kondisi yang dapat diwarisi. Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki fobia terhadap situasi atau pun objek tertentu, maka risiko Anda terkena fobia juga tinggi.

Tentu saja phobia juga bisa ditangani. Penanganan phobia dibagi atas 2 cara yaitu :

1. Terapi perilaku kognitif

Terapi pemaparan atau desensitisasi yaitu terapi dimana rasa takut dari pasien terhadap suatu objek atau situasi akan dikurangi secara perlahan dengan cara meningkatkan frekuensi paparan terhadap objek atau situasi tersebut secara bertahap.
Contohnya kasus pada pasien yang takut terhadap bunga. Sebagai langkah pertama, pasien akan disuruh dokter untuk membaca materi seputar bunga. Kemudian pasien akan diberikan beberapa gambar tentang bunga. Jika pada tahap ini, pasien sudah terbiasa, maka berikutnya dokter akan menaikkan level tersebut dengan cara membawa pasien mengunjungi taman bunga dan melihat langsung bunga dari jarak dekat. Apabila pada tahapan ini pasien berhasil mengatasi rasa takutnya, maka pada puncak terapi, pasien akan diajak dokter memegang bunga secara langsung.

2. Terapi menggunakan obat-obatan

  • Terapi menggunakan obat-obatan ini dibagai atas beberapa macam obat yaitu :
    Antidepresan yaitu jenis penghambat pelepasan serotonin (SSRI). Obat ini bekerja dengan cara mempengaruhi transmiter di dalam otak yang bernama hormon serotonin. Serotonin berperan dalam menciptakan dan mengatur suasana hati.
  • Obat penghambat beta. Obat ini sering digunakan dalam jangka pendek karena efektif mengurangi rasa takut dalam situasi tertentu. Obat penghambat beta bekerja dengan cara menghambat reaksi-reaksi yang muncul dari stimulasi adrenalin akibat cemas, misalnya suara dan tubuh gemetar, jantung berdebar, dan tekanan darah yang meningkat.
  • Benzodiazepine atau golongan obat penenang. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi rasa cemas dan membantu penderita merasa santai atau rileks.