Gaya Pacaran Ala Jepang

Jepang merupakan negara yang penuh dengan kemajuan teknologi, keunikan serta kepopuleran dari gaya busananya. Tidak hanya itu, bidang hiburan dari negara sakura itu juga selalu menarik untuk diikutin. Apakah kamu tahu, ternyata orang jepang juga memiliki gaya pacaran yang unik dan berbeda dari budaya dan kebiasaan dari Indonesia loh. Kira-kira hal apa saja sih yang dilakukan anak muda Jepang dalam pacaran?

Musim semi di Jepang tentunya menjadi musim yang indah. Hal ini tentu saja dibuktikan dengan kemunculan dari bunga sakura, salah satu simbol dari negara Jepang. Di saat seperti ini akan terasa lebih membahagiakan jika bersama dengan orang yang disayangi, termasuk pacar.

Momen ini dimanfaatkan betul oleh orang Jepang dalam berkencan. Terutama di malam hari dimana orang jepang melakukan yozakura atau melihat bunga sakura di malam hari. Namun apakah mereka hanya melihat bunga sakura sambil bergandengan tangan saja? Dan bagaimana mereka berpacaran jika tidak di saat musim sakura? yuk, kita simak saja.

Sama layaknya seperti di Indonesia, hal pertama yang mereka lakukan untuk menjadi sepasang kekasih adalah Kokuhaku. Ini tentunya adalah tahap penembakan yang dimana sang pria mengungkapkan seluruh perasaanya kepada wanita yang dicintainya setelah berjalan bersama atau berkencan. Mereka akan mengatakan “daisuki” yang artinya adalah aku suka kamu. Kamu akan sangat jarang mendengar pria Jepang mengucapkan “aishiteru” yang berarti aku cinta kamu kecuali mereka sudah berkanjut ke hubungan yang serius yaitu pernikahan.

Seperti biasanya, setelah tahap penembakan, mereka akan mulai kencan pertama mereka. Hal ini menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu dimana mereka biasanya membuat momen ini sangat berkesan dan romantis. Namun yang uniknya, Disaat kencan mereka akan menentukan lokasi dimana mereka berdua akan bertemu.

Biasanya kebanyakan orang Jepang akan membuat janji untuk bertemu di stasiun. Mengapa di stasiun? Hal ini dikarenakan kebanyakan masyarakat Jepang menggunakan kereta api dan bus sebagai alat transportasi kecuali mereka yang mempunyai kendaraan pribadi. Hal ini begitu juga disaat pulang ngedate, cowok tidak akan mengantar ceweknya sampai rumah, mereka akan berpisah di stasiun.

Saat kencan biasanya mereka juga akan malam bersama di suatu tempat. Baik itu di restoran atau kedai makan. Hal unik disini adalah tidak adanya acara traktir-traktiran dari sang cowok terutama bagi para pelajar. bagi mereka, sangatlah tidak pantas untuk membuang uang yang diberikan dari orang tua walaupun untuk urusan cinta. Hal ini tentu sangat patut dicontoh terutama untuk kau pelajar yang mayoritas masih dibiayai oleh orang tua. Janganlah karena gengsi karena pacar sampai uang dibuang secara percuma untuk membahagiakan sang kekasih kecuali sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Kemudian di malam natal, biasanya jalan-jalan di Jepang akan dipenuhi dengan pasangan kekasih. Malam natal di Jepang terasa seperti hari Valentine. Tidak hanya restoran yang penuh dan ramai, tapi juga hotel-hotel di Jepang. Para pria akan meminta pasangannya untuk benar-benar membersihkan tubuhnya dan mempercantik diri, dari bagian yang umum hingga bagian khusus wanita. Jangan kaget karena ini adalah sudah menjadi kebiasaan pasangan jepang. Untuk kamu yang ingin berpacaran dengan orang Jepang, sebaiknya kamu tetap menjaga diri sampai nanti menikah ya, pasti pasanganmu akan mengerti jika diberi pengertian dengan baik.

Di saat pacaran khusus bagi para pelajar, hal ini menjadi salah satu keunikan tersendiri. Jika biasanya sepulang sekolah anak muda cepat-cepat berganti pakaian sebelum main keluar, namun di Jepang berbeda terutama bagi pelajar perempuan. Bagi kaum pelajar perempuan di Jepang, menggunakan seragam sekolah saat bermain akan menambah kepercayaan diri mereka yang dimana mereka akan dianggap lebih manis dan imut. Kalau yang ini jangan ditiru ya. Pulang dulu ke rumah, ganti pakaian dan pamitlah dengan orang tua.

Saat pacaran, perempuan akan benar-benar mencari tahu apakah lelaki yang menjadi pasangannya untuk memiliki niat serius atau tidak. Hal ini dikarenakan mereka hanya akan mengenalkan pasangan mereka ketika benar-benar serius untuk menikah

Apakah kamu tertarik untuk memiliki pasangan orang Jepang?