Bacchanalia, Festival Terbejat Yang Pernah Ada!

Dalam dunia ini banyak pesta dam festival yang terkadang disertai ritual yang tidak wajar. Bisa dibilang terlihat aneh dan nyeleneh. Salah satu festival tersebut adalah Bacchanalia yang dimana termasuk festival paling aneh di dunia. Bayangkan saja dalam festival ini, para peserta diwajibkan bertukar pasangan serta melakukan hubungan intim di depan publik. Sungguh gilak bukan?

Festival ini sudah berlangsung pada masa kejayaan Babylonia kuno. Festival ini bertujuan untuk memuja Bacchus. Mau tau lebih jauh dari festival ini? yuk kita telusuri saja artikel ini.

Dalam budaya festival ini, yang dimaksud dengan Bacchus adalah dewa anggur (arak). Banyak juga yang mengenalnya sebagai dewa teater, mabuk, dan dewa pesta serta kegembiraan. Dalam mitos Yunani, Bacchus juga dikenal sebagai Dionisos yaitu putra dari Zeus dan Semela. Namun pada mitos lain, ada yang beranggapan lain. Mitos lain itu menyebutkan bahwa Bacchus adalah putra Zeus dengan Persefone, seorang ratu dari dunia orang yang sudah mati.

Sosok dewa yang satu ini banyak terdapat di wadah minuman arak atau anggur di masa Yunani klasik. Di masa Hellenistik, sosoknya digambarkan sebagai seorang pemuda yang mirip perempuan. Bahkan kadang digambarkan dalam keadaan telanjang.

Bacchanilia diadopsi dari Yunani yang dijadikan bagian dari ritual Agama. Sebenarnya agak aneh ya, mengingat festival ini menyajikan ritual mesum dan maksiat yang dilakukan di dalamnya. Festival ini sendiri merupakan bagian dari sebuah sekte. Ketika dilangsungkan, orang-orang serta pengikut sekte yang hadir akan melakukan adegan mesum di muka umum secara langsung dan bersama-sama. Aksi ini digadang-gadang sebagai bagian dari ritual kesuburan.

Orang-orang yang mengikuti festival ini, bebas untuk bertukar pasangan dan melakukan badan bersama pasangan pilihannya. Kalau bosan dengan pasangan tertentu bisa langsung memilih pasangan yang lain. Yang lebih gila, bahkan pasangan tidak hanya pada manusia saja, tapi juga hewan seperti kuda. Sungguh menggilakan!

Festival ini diadakan juga untuk menghormati kelahiran Tammuz. Siapa dia? Dia tak lain adalah putra Ishtar (ratu surga). Itulah alasan kenapa dalam festival ini, anggur dan seks menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Semua akan bersenang-senang dalam candu minuman keras dan nafsu duniawi.

Festival Bacchanalia awalnya hanya diselenggarakan khusus untuk para wanita saja dan dilakukan secara rahasia. Diselenggarakan di siang hari seama tiga hari (sekitar tanggal 16 Maret atau 17 Maret) di sebuah hutan kecil Simila dekat Aventine Hill. Baru tidak lama kemudian, para pria bisa mengikuti festival dan perayaan dan dilakukan lima kali dalam sebulan. Pada festival ini, semua orang dari berbagai kelas sosial, usia dan jenis kelamin dalam sekte yang sama dapat hadir.

Yang paling mencegangkan dalam festival ini soal setiap wanita yang justru diharuskan bisa untuk kehilangan keperawanannya selama festival berlangsung. Hal ini dianggap dapat membuktikan pengabdian kepada sang dewi yang dipuja-puji. Kebebasan tanpa batas seolah jadi nikmat tersendiri yang didapatkan orang-orang yang mengikuti festival ini.

Seperti inilah kira-kira gambaran tentang Bacchanalia, pesta paling gila dengan segala hal ekstrim yang tak karuan. Untungnya, festival semacam ini sudah ditiadakan. Kalau masih eksis, tentu bakal jadi bencana dan penyakit. Tidak hanya bakal mendapatkan pertentangan dari berbagai pihak, tapi juga mendatangkan murka Tuhan.